1000208480.jpg

"Compassion isn’t required to make a decision. Only clarity and consequences.”


Profil Karakter

Nama: Luo Wen (罗文)

Nama panggilan: Rowan / Rōan (朗安)

TTL: Suzhou, 18 Desember 1990

Profesi: Diplomat

1000208534.jpg

Sekilas Tentangnya

Luo Wen (罗文) lahir di Suzhou dari keluarga berpengaruh yang sudah terlibat dalam dunia politik dan diplomasi sejak beberapa generasi. Namun pada usia 3 tahun, ia diculik dalam konflik politik yang menimpa keluarganya. Para penculik tertangkap sebelum rencana mereka tuntas, dan Luo Wen yang masih terlalu kecil untuk mengenali identitasnya akhirnya masuk ke panti asuhan tanpa data yang jelas. Keluarganya berusaha mencari bertahun-tahun, tetapi baru berhasil menemukannya kembali saat ia berusia 10 tahun.

Tahun–tahun awal hidup di panti tidak memberinya kasih sayang, namun justru membentuk kepribadiannya, ia menjadi anak yang belajar menilai dunia bukan dengan perasaan, tetapi dengan logika bertahan hidup. Di panti itulah salah satu kemampuan alaminya mulai tampak, eidetic memory terus ia asah hingga ia mampu menyimpan detail visual hampir tanpa batas; wajah, tulisan, pola, ekspresi, bahkan tata letak ruangan akan tersimpan seperti foto di dalam pikirannya. Namun kemampuan itu tidak datang bersama kehangatan emosi.

Masa kecil di panti asuhan itu akhirnya membentuk ia menjadi pribadi yang tenang, penuh perhitungan, dan terbiasa bertahan dengan kepalanya sendiri. Setelah kembali ke keluarga asal, ia menjalani pendidikan ketat khas keluarga elite; belajar bahasa asing, ilmu politik, diplomasi, dan hubungan internasional, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang diplomat.

Kini di usia dewasa, Luo Wen dikenal sebagai salah satu diplomat muda di kementerian luar negeri. Meski kembali ke kehidupan mewah, dan menjadi diplomat sukses, Luo Wen tidak pernah benar-benar meninggalkan masa lalunya. Saat suatu hari ia kembali ke panti asuhan tempat ia pernah tumbuh, gedung itu telah tutup. Di depan gerbang, ia menemukan seorang anak kecil meringkuk sendirian; Arumi, terlantar seperti dirinya dulu. Luo Wen tidak merasakan kasihan, namun ia mengenali peluang dan makna.

Ia mengambil Arumi, dan pindah ke Shanghai membangun kembali panti asuhan lamanya. Melatih anak-anak itu menjadi seseorang yang berguna untuk dirinya.